60 Peserta Siap Ikuti Bootcamp Pemilihan Duta Santri Nasional 2025
Sebanyak 60 peserta terpilih siap mengikuti Bootcamp Pemilihan Duta Santri Nasional 2025 yang akan digelar pada Sabtu, 6 September 2025 pukul 09.00–12.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Pemilihan Duta Santri Nasional, sekaligus ruang pembekalan bagi para peserta untuk memperkuat kapasitas diri sebelum memasuki proses seleksi berikutnya.
Bootcamp tahun ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan dan pengalaman. Mereka adalah Dr. H. Basnang Said (Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama RI), Darul Ma’arif Asry, M.A. (Program Director at Nasaruddin Umar Office/NUO), Dr. Nur Rofi’ah Bil. Uzm (Dosen Pascasarjana PTIQ Jakarta sekaligus Founder Ngaji KGI), serta Dr. Bahrul Fuad, MA (Komisioner Komnas Perempuan periode 2020–2025).
Dengan kehadiran para tokoh tersebut, peserta Bootcamp akan diajak berdiskusi mendalam mengenai peran santri dalam pembangunan bangsa. Mulai dari penguatan keilmuan dan spiritualitas, kepemimpinan, hingga tantangan sosial kontemporer akan menjadi fokus pembahasan. Bootcamp ini diharapkan dapat membekali peserta dengan wawasan yang luas serta sikap yang moderat dan inklusif.
Ketua Panitia Pemilihan Duta Santri Nasional 2025, Ahmad Nashikhul Huda, menyampaikan bahwa Bootcamp ini menjadi momentum strategis bagi peserta. “Bootcamp bukan hanya sesi pembekalan, tetapi juga ajang penguatan karakter santri agar siap menjadi duta yang membawa nilai agama, nasionalisme, dan kepemimpinan,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Duta Santri Nasional, Makhyatul Fikriya, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menekankan pentingnya kebersamaan. “Duta Santri Nasional adalah gerakan kolektif. Dengan mengikuti Bootcamp, para peserta tidak hanya belajar dari narasumber, tetapi juga dari sesama santri yang punya semangat juang luar biasa,” ungkapnya.
Ketua Yayasan Duta Santri Nasional, Syifa’ Nurda Mu’affa, menegaskan bahwa Duta Santri Nasional adalah wadah untuk mencetak generasi santri yang mampu menjawab tantangan zaman. “Kita ingin melahirkan duta yang tidak hanya cerdas dan berakhlak, tetapi juga memiliki visi kebangsaan serta kemampuan adaptasi di era global,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Ibu Siti Muyassarotul Hafidzoh, S.Pd.I., M.Pd., selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Duta Santri Nasional. “Bootcamp ini adalah wadah penting untuk menempa santri menjadi pemimpin masa depan. Harapan kami, setiap peserta dapat menjadikan forum ini sebagai bekal berharga dalam pengabdian nyata untuk umat dan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pelindung Yayasan Duta Santri Nasional, Ibu Khotimatul Husna, S.Ag., M.H., memberikan apresiasinya terhadap semangat para peserta. “Saya bangga melihat santri dari berbagai daerah hadir dalam Bootcamp ini. Mereka adalah generasi penerus yang akan menjaga tradisi keilmuan pesantren sekaligus membawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin ke ranah publik,” tuturnya.
Bootcamp ini sekaligus menandai langkah penting menuju Grand Final Pemilihan Duta Santri Nasional 2025. Dari 60 peserta yang mengikuti, nantinya akan dipilih santri-santri terbaik yang siap menjadi wajah baru santri Indonesia di tingkat nasional, membawa misi dakwah, kebangsaan, dan kepemimpinan ke ruang publik.
Pemilihan Duta Santri Nasional yang digelar dua tahunan ini telah menjadi ajang strategis dalam memperkuat peran santri. Melalui Bootcamp 2025, semangat santri untuk terus berkhidmah dalam pembangunan bangsa diharapkan semakin kuat, relevan, dan memberi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.







