Dr. Nur Rofi’ah Bil. Uzm Tekankan Kesetaraan Gender di Pesantren Bukan Wacana, Tapi Napas Keadilan
Gelaran Bootcamp Pemilihan Duta Santri Nasional 2025 menghadirkan pandangan penting dari Dr. Nur Rofi’ah Bil. Uzm, Dosen Pascasarjana PTIQ Jakarta sekaligus Founder Ngaji KGI. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kesetaraan gender di pesantren tidak boleh berhenti pada tataran wacana, melainkan harus menjadi praktik nyata dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.
“Kesetaraan gender di pesantren bukan sekadar wacana, tapi napas keadilan. Santri putra dan putri, sama-sama berdaya, sama-sama berkarya, sama-sama mulia,” tegas Dr. Nur Rofi’ah. Menurutnya, pesantren adalah ruang yang seharusnya memberi kesempatan setara bagi laki-laki maupun perempuan untuk mengembangkan potensi diri, berkontribusi, dan menebarkan manfaat.
Pernyataan tersebut menjadi dorongan kuat agar para peserta Bootcamp memandang peran santri secara lebih inklusif. Santri perempuan tidak boleh terpinggirkan, melainkan harus didorong tampil sebagai agen perubahan, pemimpin, dan kontributor peradaban sebagaimana santri laki-laki.
Menanggapi hal itu, Norma Hasanatul Magfiroh, Bendahara Umum Duta Santri Nasional, memberikan apresiasi atas pesan yang disampaikan. “Apa yang disampaikan Bu Nur Rofi’ah sangat relevan dengan semangat Duta Santri Nasional. Kami percaya santri putri mampu berdiri sejajar, tidak hanya berkarya, tetapi juga memimpin. Kesetaraan bukan ancaman, melainkan kekuatan untuk melahirkan generasi santri yang lebih berdaya,” ujarnya.
Bootcamp ini pun menjadi momentum penting dalam mengukuhkan Duta Santri Nasional sebagai wadah pengkaderan santri yang inklusif dan progresif. Dengan semangat kesetaraan yang ditegaskan, para peserta diharapkan tumbuh menjadi generasi santri yang siap memimpin dengan akhlak, ilmu, dan visi keadilan.







